19 November 2011

 PENANTIANKU UNTUK BUAH HATIKU KIRANA FARAH KAMIL
AlhamduLLAH, itu pertama kali ku ungkap terhadap yang kuasa... tiada satupun hal yang nengalahkan rasa bahagia waktu ku lihat tanda srip ganda pada tes uji kehamilanku. Hampir lima tahun ku menunggu waktu ini, yang penuh harap sungguh tidak mudah.
Tahun-tahun pertama pernikahanku.. berjalan ringan ku tak terbebani dengan harapan mendapatkan momongan, itu semua mengacu pada statemen" orang medis bila perkawinan belum genap satu tahun belum hamil tidak perlu dikhawatirkan atau mungkin belu memerlukan tindakan yang lebih jauh secara medis".
Tahun kedua aku memulai untuk melangkah, aku tidak boleh tinggal diam atau mungkin pasrah begitu saja dengan keadaanku. Bersyukur suamiku orang yang sangat pengertian dan cukup memahami kondisiku, dia tak pernah mengeluh apa lagi memakasaku untuk segera mendapatkan momongan.
Dilain sisi, keadaan fisikku yang mungkin dengan sesama wanita tidak seberuntung mereka yang tanpa masalah. Untuk wanita normal mungkin siklus haid akan datang rutin tiap bulan, yakh.... maju atupun mundur bila tak terpapar strees satu atau tiga hari. Sementara aku, siklus haid tidak menentu, terkadang tiga bulan atau dua bulan baru haid ,belum lagi keputihan yang sudah menahun yang belum sembuh mesti sudah ku coba banyak cara menyembuhkan penyakit ini dari yang medis sampe non medis dari cara yang biasa sampe cara yang tidak biasa. Mencoba ikhtiar dengan memerikasakan diri ke dokter spesialis kandungan, tuk mengetahui penyebab kenapa aku belum hamil, setelah mendapat keterangan dari ginekolog aku menjadi cukup down. Beliau mengatakan bahwa kandunganku lebih kecil dari ukuran normal, diperparah dengan keputihan yang menahun.
Tahun berganti dan ku mengadapi kenyataan harus tinggal tak serumah dengan suami, kita tak sekota dan bisa bertemu mungkin sebulan sekali bila waktu memungkinkan. Semua berlangsung hampir empat tahun dan sungguh tak mudah, tapi sangat tak patut bila ku tidak tetap untuk selalu bersyukur

Komentar

Entri Populer